Menu

Laman

  • loading...
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Curug Balong Endah Wisata Air Terjun yang wajib kamu kunjungi


-
-

Setelah asik menyaksikan pemandangan Curug Kondang yang begitu indah. Kami bergegas menuju Curug Balong Endah yang letaknya masih diatas Curug Kondang. Kami masih diharuskan menanjak kembali untuk sampai di Curug Balong Endah. Saat akan menaiki tangga ada seorang petugas yang memanggil kami.

"Mas mba bayar dulu"
"Bayar apa yah? Kan udah bayar tadi didepan"
"Itu kan buat Curug Kondang mba. Kalo Curug Balong Endah beda lagi"

Begitulah percakapan kami sebelum saya menuju Curug Balong Endah. Ternyata pungutan biaya dipintu masuk hanya dikhususkan untuk Curug Kondang saja. Kalau mau ke Curug Balong Endah akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp. 7.500/orang. Gak masalah sih kalau ada pungutan biaya lagi, asalkan uangnya jangan ditilep sendiri. Semoga saja uang tersebut bisa untuk memperbaiki kontur jalan yang sempit menjadi lebih lebar lagi dengan tatanan bebatuan yang lebih rapi. Karena tangga yang kami lalui masih sangat berantakan.

Baca juga : Curug Kondang wisata air terjun yang cocok bagi keluarga



Bagi pengunjung yang membawa anak kecil, Curug Balong Endah masih terbilang aman asalkan selalu dalam pengawasan orang tua. Memang tangga yang berantakan itu agak berbahaya karena banyak pula tangga yang agak rapuh sehingga saat kaki menapaki tangga ada beberapa tangga yang rapuh membuat bebatuan kecil terjatuh kebawah tangga.

Saat sudah melewati beberapa anak tangga, kami menemukan jalur yang landai dengan kondisi yang masih sangat alami seperti didalam hutan. Yaaa walaupun kontur jalan sempit bisa terbilang sudah buatan karena jalanannya yang sudah rapi dengan jajaran bebatuan. Saat kami menyusuri hutan kecil, kami akan menemukan plang yang bertuliskan balong endah. 



Menyusuri jalan sesuai arah petunjuk, kami dipertemukan kembali dengan penunjuk arah ke water trek. Akhirnya kami memilih jalan menurun karena panah tersebut mengarahkan kami untuk menuruni beberapa anak tangga lagi. Tidak jauh kami menuruni tangga, kami sudah disuguhkan curug kecil yang sangat menggoda agar kami bisa nyemplung disana.



Sesampainya dibawah kami harus menyusuri sungai dengan bebatuan besar yang membuat saya kesulitan untuk menyebrang dari batu satu ke batu lainnya. Awalnya sih gak mau kena basahan air sungai. Karena saya yakin kalau airnya itu akan sangat terasa dingin sekali. Sesampainya dijalan yang landai kami menemui sebuah curug, namun ada sign bertuliskan Dialarang Berenang. Wajar sih ada tulisan seperti itu karena kalau sampai kalian berenang di curug ini, saya gak tau gimana caranya kalian bisa naik keatas. Jadi ada baiknya ikuti saja peraturan yang berlaku yah karena kalian akan terjebak disana kalau memaksakan untuk berenang. 



Saran saya kalau kalian sudah menemukan curug kecil ini, lebih baik cukup berfoto saja karena memang tempat ini terbaik untuk kalian mengambil gambar yang sangat keren. Kalian akan terasa seperti ditengah hutan belantara dengan kondisi bebatuan licin karena lumut disertai pepohonan rindang disekelilingnya. Keren bukan?!?



Saat menyusuri sungai ada lorong kecil menyerupai gapura kecil yang bisa kami lewati diantara bebatuan besar yang menyelinap dijalan kecil. Saya merasa takut karena takut tiba-tiba ada ular didepan mata. Kebayang gak sih kalo hal yang tidak diinginkan terjadi. Maka dari itu, saya buang jauh-jauh pikiran negatif yang terus mempengaruhi saya sehingga membuat rasa takut terus berkecamuk.



Akhirnya selama menyusuri sungai saya sengaja mengajak mengobrol dengan acil yang gak penting agar pikiran negatif bisa buyar dalam waktu seketika. Inget guys, dimana pun kalian berada jangan pernah berpikiran negatif yah. Karena biasanya apa yang ada dipikiran kita bisa terjadi saat itu juga. 

Tak hanya mengobrol saja, kami pun juga bernyanyi. Memang kebiasaan kami dimana saja pasti selalu nyanyi bareng. Selain melepas jenuh juga bisa killing time karena masih juga belum ditemukan Curug Balong Endahnya. Namun tak lama kemudian kami menemukan jalan buntu. Tepat didepan kami ada sebuah curug dengan ketinggian 2 meter berada didepan mata. Kami merasa segan untuk menyeburkan diri di curug itu karena kedalamannya tak terlihat saking hijau pekatnya air curug disana. Jadi kami hanya berfoto saja dan mutar balik ke gapura kecil yang kami lewati. Entah mengapa firasat saya mengatakan kalau kita harus menanjak kembali saat ada tangga-tangga kecil yang tersedia.




Entah nama curug ini apa tapi kami tak menyangka bahwa perjalanan kami menuju Curug Balong Endah banyak sekali spot curug lainnya dalam satu kawasan. Apa mungkin ini alasannya mengapa dulu dinamakan Curug Ngumpet2? Karena banyak sekali curug-curug yang ngumpet diantara bebatuan. Pantas saja banyak pengunjung yang tak berkunjung ke curug ini. Mungkin karena mereka lebih tertarik langsung ke Curug Balong Endahya. 

Posisi Curug balong Endah berada diatas curug ini. Jadi kami pun harus mutar balik kembali ke arah semula untuk menaiki tangga yang berada sebelum di gapura kecil bebatuan. Saya pikir tangga keatasnya tidak ada jalan lagi.





Setelah menaiki tangga, berhati-hatilah saat berpapasan dengan orang lain yang berada didepanmu. karena kontur jalan yang sempit membuat kami harus bergantian saat akan melintasi jalan setapak tersebut. Tidak usah terburu-buru karena curugnya juga tidak akan kemana kok. Berhati-hatilah saat berjalan dibebatuan karena ada beberapa batu yang masih sangat licin, apalagi kita menggunakan alas kaki sehingga resiko untuk terjatuhnya pun lebih besar.


CURUG BALONG ENDAH
Holaaaaa.....Air yang bening sudah terlihat dari kejauhan. Kami bergegas untuk menuju curug tersebut. Saya pun memastikan kalau inilah curug yang sedang kami cari. Yuuppsss curug yang memiliki keunikannya sendiri seperti terbuat dari lempengan batu.




Curug Balong Endah memiliki warna air yang berbeda saat menyelam. Memang terlihat dari atas berwarna bening sekali tapi siapa sangka saat saya mencoba untuk menyelam di Curug Balong Endah ini, warna airnya menjadi hijau tosca. Sayangnya didalam air curug ini sangat dingin sekali. Dinginnya lebih parah dari curug yang pernah saya datangi. Entahlah...Apakah saya yang memang kurang fit atau mungkin memang kadar air di Curug Balong Endah ini berbeda dengan curug lainnya. Tapi pastinya saya sangat suka sekali dengan curug ini. Selain berbeda dari curug lain yang pernah saya kunjungi, Curug Endah Balong ini adalah salah satu curug yang memiliki air benar-benar bening sekali. Dari atas lempengan bebatuan saja kalian bisa melihat dasarnya air. Subhanallah...Keren banget!!




Tidak pernah ada kata menyesal untuk bisa berjam-jam melakukan perjalanan ke Curug Balong Endah ini. Selain harganya yang ekonomis, Jaraknya pun juga masih bisa ditempuh oleh kendaraan beroda dua ataupun beroda empat. Saya akan datang berkunjung kembali ke Curug Balong Endah ini. Kalau bisa sih bisa kemping di Gunung Bunder dekat Curug ini agar saya bisa lebih puas lagi untuk bisa bermain di kolam alami yang begitu jernih. Nantikan keseruan saya selanjutnya, karena saya akan bersenang-senang tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu mahal. Karena untuk menyenangkan diri tak harus ketempat yang mahal, ke alam terbuka seperti ini pun sudah pastinya bisa bikin bahagia bagi siapapun yang mengunjunginya. See you next trip guys :D

Setelah kelar bermain air dari Curug Balong Endah, Kami pun segera kembali ke parkiran motor karena siang hari sudah sangat gelap. khawatir nantinya hujan debit air semakin tinggi. Bermain air di Curug ini membuat bulu bergidik terus menerus. Padahal beberapa bulan lalu saat kami bermain ke Curug Cibaliung, airnya tidak sedingin ini. Tapi di Curug Balong Endah sukses membuat kita berdua jadi keliyengan.

RUTE GUNUNG SARI PAMIJAHAN BOGOR

Untuk pulang dari Curug Kondang kami melewati arah yang berbeda. kami melewati Gunung Sari Pamijahan. Jadi jalan yang harus kami lalui adalah Jl Gunung Picung - Jl. Raya Gunung Salak Endah - Nanti akan ketemu kolam renang Tirta Endah - Ikuti jalan terus sampai ketemu SDN Gunung Picung 02 - Ikuti jalan terus sampai akhirnya kalian menemukan pertigaan - Belok Kiri ya guys saat ada plang yang tertulis nama curug dan Michael Resort - masih ikuti jalan terus sampai melihat jalan besar yang tepat didepannya ada Polsek Cibungbulang - Belok Kanan - Sudah deh ikuti jalan yang sama saat seperti kalian akan menuju Curug Kondang. Silakan kembali ke rumah masing-masing

BUDGET ONE DAY TRIP
  1. Bensin Rp. 25.000
  2. Retribusi Gunung Bunder Rp. 12.500
  3. Parkir Motor Gn. Bunder Rp. 5.000
  4. Retribusi Curug Kondang Rp. 10.000
  5. Parkir Motor Curug Kondang Rp. 5.000
  6. Retribusi Curug Balong Endah Rp. 7.500
  7. Penitipan Helm dan tas Rp. 5.000
  8. Toilet Rp. 4.000


Cheers,
Dian Juarsa
15 July 2017


Curug Kondang Wisata Air Terjun yang cocok bagi keluarga


-
-

Bagi kamu yang tinggal di Jakarta dan bingung mengajak keluarga untuk berpergian kemana. Ajaklah mereka yang tercinta ketempat yang sejuk dan segar yaitu Bogor!!!. Yaappp Bogor adalah tempat yang sangat tepat untuk menghabiskan weekend kalian bersama keluarga.

Bogor terdapat beberapa gunung seperti Gunung Pancar dan Gunung Bunder (Taman Nasional Gunung Halimun Salak). Tapi kali ini saya mengunjungi Gunung Bunder untuk menghabiskan waktu bersama orang tersayang. 

Di Gunung Bunder ini terdapat salah satu air terjun yang cocok untuk berlibur bersama keluarga yaitu Curug Kondang. Dulunya bernama Curug ngumpet2 namun kini berubah nama menjadi Curug kondang. Curug ini dekat sekali dengan resort ataupun homestay. 

Baca Juga : Curug Balong Endah 

Perjalanan menuju curug ini pun terbilang mulus dan mudah dilalui oleh kendaraan beroda dua ataupun beroda empat. Tapi ada beberapa spot yang akses jalannya kurang bagus. masih benar-benar hancur tapi setidaknya tidak banyak jalanan yang berlubang. Menyusuri Gunung Bunder dari arah Leuwi Liang pun juga termasuk beruntung karena kita bisa menyaksikan begitu indahnya hutan pinus yang berada disekeliling kita. udara segar serta kicauan burung dapat kami dengar sebagai hiburan selama di perjalanan. Memang kondisi jalan tak terlalu bagus tapi setelah melalui belokan yang agak tinggi, kami pun akhirnya bisa bernafas lega karena jalanan yang kami lalui sangatlah mulus. Beberapa kelokan yang dilalui pun dapat berjalan dengan lancar, bahkan kecepatan motor juga bisa lebih dari 40km/jam. Jangan terlalu ngebut juga ya guys karena banyak kendaraan dari lawan arah.

RUTE DARI JAKARTA KE CURUG KONDANG
Untuk menuju Curug kondang dari Jakarta dengan menggunakan kendaraan beroda dua harus melalui jalan Parung, ikuti jalan saja sampai ke jalan raya Bogor setelah itu sebelum masuk daerah warung jambu akan ada perempatan. Kalau ke kiri masuk ke Tol Lingkar Bogor, lurus ke warung jambu. Naahhh kita harus belok kanan kearah Dramaga, Ambil jalan ke kanan melewati underpass ke arah Dramaga. Setelah itu akan ada pertigaan, jangan jalan lurus yah karena akan balik lagi ke Parung, Jadi kalian harus belok kiri ke daerah Taman Yasmin, masih lurus terus setelah itu ada petunjuk jalan ke arah Dramaga masih jalan terus. Setelah itu, kalian akan melihat terminal bubulak disebelah kanan, gak jauh dari terminal akan menemukan pertigaan langsung belok kanan ke arah IPB Dramaga. Nah setelah menemukan IPB Dramaga akan ada pertigaan lagi, belok kiri ya guys lewatin jalan besar yang akan melewati jalan cibanteng setelah itu jalan cibungbulang masih ikuti jalan menuju arah Leuwi Liang. Inget yah jangan belok kemana-mana sampai kalian menemukan petunjuk arah Leuwi Liang belok kiri dan masih jalan terus sampai menemukan Gapura Gunung Bunder (Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Bagi pengunjung yang memasuki kawasan ini akan dikenakan biaya Rp. 12.500/orang.
Gazebo didepan Curug Kondang

Saat menyusuri hutan pinus kami menemukan seorang penjual tahu gejrot dipinggir jalan. Saya pun tertarik untuk membelinya, duduk dibawah pohon pinus dengan pemandangan hutan pinus disekelilingnya memang sangat menyenangkan. Coba bawa perlengkapan piknik pasti seru nih. Nah kalau ajak keluarga kesini, lebih asik bawa makanan dari rumah yah. Seriusan deh, disini kebanyakan jual makanan alakadarnya seperti mie instant, jagung bakar atau minuman hangat. Makanya lebih afdol kan bisa sekalian piknik bareng keluarga dihutan pinus. Asik kan!!

Setelah melewati beberapa curug yang pernah kami sambangi, Akhirnya kami menemukan Curug Kondang dengan posisi jalan yang agak naik sedikit. Memasuki gapura Curug Kondang dikenakan biaya retribusi kembali sebesar Rp. 7.500/orang sudah termasuk biaya parkir
Mohon diperhatikan yah!!

Parkir motor berada didekat Gapura Curug Kondang sedangkan untuk mobil harus parkir diluar Gapura Curug kondang karena gapura masuk curug ini hanya cukup dilalui motor saja. Sesampainya di parkir motor, kami pun bisa berganti pakaian ditoilet yang telah ibu warung sediakan. Kami pun menitip barang bawaan dan juga helm, bayar seikhlasnya guys. Mereka tidak mematok harga untuk biaya penitipan.

Berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang hanya bisa dilalui pejalan kaki sudah tertata rapi dengan susunan batu yang begitu rata untuk dipijak dengan beberapa anak tangga yang harus kami lalui dengan kondisi langit yang agak gelap seperti menandakan akan turun hujan. Kami pun bergegas agar cepat sampai di Curug Kondang, memang saat kesana sudah ada beberapa pengunjung yang telah berdatangan. Saya pikir pasti Curug Kondang sudah sangat ramai dengan pengunjung. Ternyata tepat pukul 11.05 AM suasana Curug Kondang masih sangat sepi. Padahal sudah banyak yang berdatangan loh. Mungkin mereka malas untuk langsung nyebur kedalam air yang sangat jernih dan dingin.

Curug Kondang memiliki ketinggian hingga 45 meter dengan kondisi air yang sangat jernih dan ada penanda tali berwarna kuning yang tidak boleh dilintasi oleh para pengunjung karena berbahaya. Curug Kondang ini memang terlihat sangat tenang dan tak terlihat seperti tempat wisata yang berbahaya. Jangan salah, saat hujan deras kondisi curug ini akan berubah total dari apa yang kamu lihat saat ini. Air curug akan berubah warna kecoklatan dengan deras air yang turun begitu kencangnya disertai beberapa batu yang terjatuh kebawah. Jangan pernah meremehkan tempat wisata yang terlihat aman. Terkadang ada saatnya dimana tempat yang indah ini akan berubah menjadi tempat yang sangat menakutkan.


Ajaklah keluargamu berwisata ke Curug Kondang karena disini banyak sekali anak kecil yang bisa bermain air dipinggir curug. kedalaman air pun beragam jadi masih terbilang aman untuk tempat bermain anak. Tapi ingat, bagi para orang tua yang mengajak anknya bermain air harus ekstra hati-hati, butuh pengawasan agar tidak terlalu bermain ketepian curug yang berada ditengah karena pembatas tersebut keadaanya menurun dan banyak bebatuan.

Sebenarnya tujuan utama kami itu menuju Curug Balong Endah yang letaknya tidak jauh dari Curug Kondang. Tapi karena posisi curugnya diharuskan melewati Curug Kondang. Walhasil kamipun mampir sebentar saja untuk sekedar berfoto sejenak di Curug Kondang. Setelah beberepa menit kami menghabiskan waktu di curug ini, sudah banyak sekali anak kecil yang turun untuk bermain air di Curug Kondang. Saya pun sempat tergoda dengan air yang begitu jernih di curug ini. Tapi sayang perjalanan kami masih cukup lumayan lah agak jauh karena masih harus berjalan kaki sekitar 200meter lagi. Daripada nantinya masuk angin, ada baiknya ke Curug yang lebih jauh dulu aja.


Nah kalau kalian bawa keluarga, Sebenarnya ke Curug Balong Enah juga aman kok untuk wisata keluarga tapi resikonya harus kuat capek aja kalau bawa anak kecil. Karena walaupun jaraknya hanya sekitar 200meter. Perjalanan kami terus menanjak dengan menaiki beberapa anak tangga yang telah tersedia. Mau tahu kelanjutan petualangan kami. Kalian bisa baca disini.

BUDGET ONE DAY TRIP

  1. Bensin Rp. 25.000
  2. Retribusi Gunung Bunder Rp. 12.500
  3. Parkir Motor Gn. Bunder Rp. 5.000
  4. Retribusi Curug Kondang Rp. 10.000
  5. Parkir Curug Kondang Rp. 5.000
  6. Retribusi Curug Balong Endah Rp. 7.500
  7. Penitipan Helm dan tas Rp. 5.000
  8. Toilet Rp. 4.000
Cheers,
Dian Juarsa
15 July 2017

Rute dari Jakarta ke Curug Cibaliung


-
-


Jogja surganya Pantai sedangkan Bogor surganya Curug, Tidak melulu hanya pantai yang saya suka melainkan curug pun sangat saya sukai. Entah mengapa saya selalu ketagihan dengan curug karena airnya yang segar dan betah berlama-lama main air disana. Kalau renang di kolam renang kan bau kaporit yah tapi kalau di curug kita bisa merasakan kesegaran alami dari mata air nya langsung. Gimana? Kamu bakalan suka gak kalau main di curug bareng aku? hihiiiii...

Gunung Pancar adalah salah satu surganya curug di kawasan sentul. ketinggian Gunung pancar kurang lebih sekitar 300 - 800 MDPL. Bagi kalian yang penat akan hiruk pikuk kota Jakarta, Tidak ada salahnya mampir ke Gunung Pancar, Sentul karena lokasinya pun tidak jauh dari Jakarta.

***

Selasa, 28 Mar 2017 tepat ditanggal merah saat hari nyepi saya merencanakan perjalanan menuju Curug Cibaliung yang letaknya masih satu area dengan Curug Leuwi Hejo

Baca : Curug Leuwi Hejo dan Curug Barong


Berhubung tanggal merah, gak mungkin kalau cuma stay aja dirumah. Jadi saya merencanakan perjalanan menuju Curug Cibaliung. 


Berawal dari rencana kami berempat yaitu Saya, Achil, Mas Anang dan Kak Desi sampai akhirnya teman saya Mary juga ikut karena dia menanyakan tujuan saya kemana ditanggal merah itu. Tapi kami tidak hanya berlima saja melainkan temannya Mary pun juga ikut yang bernama Jejen. Group whatsapp Curug Cibaliung pun terbentuk agar kami lebih mudah untuk berkomunikasi dan bertukar pikiran.

Mobil sedan yang akan digunakan Mas Anang sempat saya tolak karena medan perjalanan menuju Curug Cibaliung sangat tidak bersahabat untuk mobil sedan atau mobil yang ceper sekalipun karena masih ada beberapa jalan yang rusak dan berlubang. Lagipula mana cukup kalau penumpangnya berjumlah 6 orang.


"Pake mobil aku aja tapi jangan aku yang bawa yah. Soalnya belum lancar bawa mobil" Sahut Mary 
"Emang mobil kamu apa?" Tanya Mas Anang
"Mobil aku A****A kok jadi lebih enak karena tinggi" Jawab Mary

Akhirnya kami pun sepakat menggunakan mobilnya Mary. Untuk perjalanan menuju Curug Cibaliung bisa cari aja di GPS (Curug Leuwi Hejo) karena Curug Cibaliung masih satu arah dengan Curug Barong, Leuwi Cepet dan Leuwi Priuk. Kalau Curug Leuwi Hejo memang karena banyak orang yang sudah mengenal tempat ini.


Baca : Curug Leuwi Lieut, Curug Leuwi Priuk


Rute dari Jakarta
Kalau lewat jalan tol ambil arah ke Sirkuit Sentul ambil arah Babakan Madang - Keluar tol belok kiri - Pertigaan belok kanan - Ikuti jalan aja sampai ketemu Nirwana Sentul City - Lanjut ke arah Jungle Land - Setelah ketemu Jungle Land ada pertigaan belok kanan menanjak dikit, samping kanan ada indomaret terakhir. Nah didepan indomaret ada Nasi Padang enak banget - Ikuti saja terus jalannya - Nanti ada pertigaan kalau ke kanan ke arah pemandian air panas Gunung Pancar, Kalian ambil kiri yah. Jangan ke arah pemandian air panas Gunung Pancar - Masih ikuti jalan sampai ketemu jembatan masih lurus terus - Jalan berupa tanjakan dan turunan disertai kontur jalan sempit, curam dan berlubang akan menjadi sahabat kalian selama di perjalanan - Sebelum menemukan Curug Leuwi Hejo disamping kanan akan ada baliho yang tertulis Curug Putri Kencana, Kalian masih meneruskan perjalanan sekitar 18 menit untuk sampai Curug Leuwi Hejo - Tetap perhatikan samping kanan badan jalan, kalian akan menemukan Plang yang bertuliskan CURUG LEUWI HEJO - Belok kanan dan kalian akan masuk kedalam parkiran sekitar 500 meter.

Baca : Curug Leuwi Hejo dan Curug Barong


***

Pagi yang sangat cerah perjalanan kami tidak ada hambatan sama sekali. Tapi kita agak kesiangan setengah jam yang mengakibatkan Jejen harus rela menunggu kedatangan kami di ampera selama sejam sedangkan Achil sudah menunggu  di depan Mall Belanova harus rela ngobrol sama tukang tahu di pinggir jalan selama tiga jam. Maafkan kami Jejen dan Achil *kecup satu-satu*

Setelah semuanya kumpul dalam satu mobil, kami para cewe tetap heboh selama diperjalanan. Maklum namanya juga cewe kalo udah jadi satu pasti gak ada kata sepi. Heboh udah pasti kata kunci para wanita pencari curug hari ini. hihihii...


Sesampainya di Curug Leuwi Hejo kami dikenakan biaya Rp. 15.000/mobil untuk biaya parkir. Mobil sudah banyak berjejer sedari tadi. Sudah dipastikan kondisi curug akan sangat ramai seperti lautan manusia. Berharap tidak terlalu banyak pengunjung ke Curug Cibaliung. 


Parkir Motor sudah hampir penuh
Parkir Mobil Curug Leuwi Hejo

Buat kalian yang akan ke Curug Cibaliung ada baiknya berganti pakaian di toilet dekat parkir saja karena kondisi toilet di Curug Cibaliung seadanya banget.

Untuk menuju Curug Cibaliung kita diharuskan mengambil track ke arah Curug Barong yang mengharuskan menanjak keatas setelah bayar tiket masuk Rp. 15.000/orang. Memang terbilang mahal tapi spot yang kalian temukan ada banyak sekali yaitu Curug Barong, Leuwi Cepet, Leuwi Lieuk dan Curug Cibaliung. Kenapa saya bilang mahal karena biasanya curug lainnya mematok harga sekitar lima ribu rupiah.

Banyak curug yang satu arah di Leuwi Hejo
Sempat agak ragu untuk menuju Curug Cibaliung karena takut belum ada penunjuk arahnya tapi ternyata tidak perlu khawatir untuk menuju Curug Cibaliung karena jalan setapak hanya bisa dilintasi oleh satu orang saja jadi kalian pasti akan menemukan jalan tersebut tanpa tanda arah panah jalan. 

Bagi kalian yang mau melihat perubahan Curug Leuwi Hejo dari tahun 2014 kalian bisa lihat postingan saya sebelumnya (Klik Disini). Kalian pasti tidak akan mengira kalau kini Curug Leuwi Hejo semakin banyak dikenal orang semakin pula fasilitasnya ditingkatkan lagi. Dari mulai parkiran, toilet dan track yang sudah dibenahi menjadi lebih baik.


Menanjak sudah menjadi awal perjalanan kami dengan tangga yang seadanya kita terus melalui jalan setapak yang masih berupa tanah dengan kontur jalan sempit juga bebatuan selalu jadi santapan perjalanan kami. Masih sama seperti dulu track ini pun hanya berubah dengan track yang lebih tertata rapi dengan susunan batu yang mengendap didalam tanah sehingga tidak akan membuat batu terlepas atau bergeser saat dipijak.
Kontur jalan yang sempit dan menanjak
Setelah tanjakan pertama sudah ada warung yang tersedia

Saya membawa kelima teman yang berasal dari Jakarta untuk menyusuri kontur jalan yang sempit namun pemandangannya tak kalah keren dengan pemandangan hijau yang berasal dari area persawahan juga hutan alami yang masih belum ditebang tapi sayang ada beberapa bukit yang sudah rata oleh tanah entah sedang dibuat apa yang pasti saya sedih melihatnya karena keindahan alami seakan punah dalam sekejap akibat alat besi yang begitu kuat merauk pepohonan secara merata dengan tanah merah. Yah begitulah manusia demi mencari nafkah merelakan hutan alami, perbukitan pun dijadikan korban agar mereka dapat merauk keuntungan lebih banyak lagi. Padahal beberapa tahun lagi kita akan sangat membutuhkan hutan yang rimbun.    

Kak desi tetep dengan tongkatnya
Memang track menuju Curug Cibaliung sama saja seperti naik gunung. Kami akan ditemukan beberapa titik yang mengharuskan untuk menyebrangi sungai atau sekedar menanjak bebatuan agar bisa sampai atas karena memang tangga nya seadanya sekali. bagi kalian yang menyukai adventure memang diwajibkan untuk bisa berkunjung ke Curug Cibaliung.
Jembatan penghubung yang seadanya

Dulu belum ada jembatan penghubung dari bambu karena memang masih belum se-booming saat ini. Namun setelah Leuwi Cepet dan Leuwi Lieuk mulai eksis di social media makin lah ramai pengunjung sehingga warga setempat membuat jembatan alakadarnya dari uang tiket masuk yang kita berikan ke penjaga. 



LEUWI LIEUK

Kini Leuwi Lieuk menyewakan pelampung bagi para pengunjung yang tidak bisa berenang. Jadi kalian tak perlu khawatir kalopun tidak bisa renang masih ada pelampung. 

Sebenarnya untuk yang bisa renang pun tetap membutuhkan pelampung karena kalian tidak akan pernah tau kejadian apa yang akan menimpa kalian. Dulu sebelum Leuwi Lieuk se-booming ini saya pernah hampir tenggelam karena kedua kaki saya keram yang mengakibatkan tidak bisa renang dan hanya mengandalkan kedua tangan saya. Beruntungnya saya masih bisa teriak minta tolong dengan kondisi kepala tetap menengadah keatas agar tetap bisa bernafas normal walaupun agak ngos-ngosan. Makanya pemanasan itu penting banget agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. 

Pintu Masuk Leuwi Lieuk
Tiket Masuk Leuwi Cepet Leuwi Lieuk

Untuk memasuki kawasan Leuwi Lieuk dan Leuwi Cepet sudah dikenakan biaya Rp. 5.000/orang. Kalian bisa merasakan bermain air dikedua tempat ini dengan kedalaman 3 meter. Harus tetap berhati-hati walaupun kondisi air terbilang aman karena kondisi air curug terkadang bisa tiba-tiba berubah menjadi naik dalam waktu seketika.

Singgah sebentar di warung dekat Leuwi Lieuk
Sempat kebingungan saat akan ke Curug Cibaliung karena tidak ada penunjuk arah yang membuat kami tidak tau harus berjalan kemana. Saat jalan setapak yang kami lalui ada tanjakan ke kiri. Kami pun naik ke atas dan disana ada warung yang menjajakan aneka makanan. Disanalah saya menanyakan ke ibu warung dimana keberadaan Curug Cibaliung. Ternyata ibu penjaga warung tidak tahu menau dimana letaknya Curug Cibaliung. 

"Mba Mau ke Curug Cibaliung?" Tanya pengunjung yang sedang menyantap mie kuah rebus
"Iya mas...Lewat mana sih yah kalo kesana?" jawab saya sembari duduk didepannya
"Mba nyebrang sungai aja nanti naik keatas. Udah kesana tinggal ikutin jalan aja. nanti juga ada penunjuk arahnya mba" jelas pengunjung berkacamata tebal dengan gayanya yang nerd
"Ooohh kesana toh..Oke mas terima kasih yaaa" Sayapun tersenyum lega akhirnya ada yang kasih tau letaknya dimana.
Leuwi Lieuk sudah banyak pengunjung nya

Baca : Curug Leuwi Lieuk, Curug Leuwi Hejo, Curug Putri
Untuk ke Curug Cibaliung harus menyebrangi sungai

Akhirnya ada juga yang tahu keberadaan Curug Cibaliung. memang agak aneh, Kebanyakan para penduduk sana malah tidak tau nama-nama curug atau leuwi yang jelas-jelas dekat dengan pemukiman mereka. Justru kita orang jauh aja tau dimana tempatnya dan memaksakan untuk berkunjung kesana.

Kami pun menyebrangi sungai yang sudah sangat penuh dengan pengunjung yang sedang melakukan loncat indah disertai dengan teriakan yang khas dan sesekali ada suara tertawa dari pengunjung wanita yang kegirangan melihat atraksi temannya yang melompat di ketinggian 3 meter. Mau tau kondisi Leuwi Lieuk yang kini menjadi primadona para pengunjung. Baca Artikel Curug Leuwi Lieuk. 

Melanjutkan Perjalanan ke Curug Cibaliung

Masih harus melanjutkan perjalanan menuju Curug Cibaliung karena masih tersisa beberapa menit lagi Sempat ragu karena kami masih juga belum menemukan penunjuk arah untuk menuju Curug Cibaliung. Tapi beberapa kali berpapasan dengan pengunjung dalam keadaan basah kuyup, sudah dipastikan mereka abis bermain air di Curug Cibaliung.

"masih jauh gak mas?" tanya saya ke pengunjung itu
"Jauh kak sekilo lagi hahahahaha.." jawabnya tidak serius

Hadeeuuuhhh nyesel juga nanya ke abege. Yasudahlah saya tidak hiraukan omongan mereka. Pokoknya kita tetap melanjutkan perjalanan walaupun nafas sudah agak payah karena kelelahan.
Mas Mas itu neng Desi lagi kesusahan loh hahaha :p
Aliran sungai yang tidak begitu deras
Istirahat sejenak karena masih harus berjalan beberapa ratus meter

Dari kontur jalan sempit dan juga bebatuan kami menemukan aliran sungai yang tidak begitu deras. Kami pun yakin kalau Curug Cibaliung sudah dekat tapi karena beberapa teman kami sudah merasa lelah. Walhasil kami memilih untuk istirahat sejenak.


Yuhuuuu akhirnya ketemu juga penunjuk arah ke Curug Cibaliung. Namun yang tertulis di papan penunjuk arah adalah Leuwi Baliung dan Leuwi ciung. Apa jangan-jangan Curug Cibaliung itu gabungan kata dari Leuwi Ciung dan Leuwi Baliung. Entahlah..Tapi yang pasti kami senang setelah melihat papan penunjuk arah. Semangat pun kembali terasa hingga kami ingin cepat-cepat sampai tujuan.

CURUG CIBALIUNG

Curug Cibaliung terletak di desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Sentul, kabupaten Bogor yang berbentuk setengah bundaran dengan kedalaman 7 meter memang terbilang curug ini tidak terlalu tinggi, namun kejernihan dan kesegarannya akan membuat siapapun tergoda untuk langsung menceburkan diri disini. Arusnya yang begitu kencang memang harus ekstra hati-hati saat melakukan loncat dari atas tebing. Kuatnya deras air Curug Cibaliung membuat kami yang hanya berdiri dipinggir bebatuan saja harus merasakan tidak seimbangnya saat ingin berdiri saja. 
Jejen yang kesulitan berdiri di bebatuan yang lebih rendah
Saya pun bisa berhasil sebentar untuk berdiri di pinggir bebatuan
Cewe-cewe rempong yang selalu heboh

Kesegarannya memang membuat siapapun ingin secepatnya bermain air. derasnya air Curug Cibaliung memang tidak membuat kami berhenti untuk bermain air disini. Memang hanya beberapa pengunjung saja yang berani main ke tengah curug dan melakukan loncat dari ketinggian 3 meter. Hanya yang memiliki nyali besar lah berani untuk lompat dari ketinggian. Kita berenam tidak ada yang berani lompat dari atas tebing.

Muka happy karena gak terlalu rame
Bahagia itu sederhana, yah sesederhana kami yang kegirangan bermain air di Curug Cibaliung. 

Sebenarnya bagian atas dari Curug cibaliung ada juga aliran air yang cukup deras. namun karena kami sudah kecapekan jadi kami tidak melanjutkan perjalanan untuk naik keatas. Sebenarnya ada beberapa pengunjung yang sudah ada diatas dan kegirangan sendiri.
Sesi pemotretan 
Modelnya satu photographernya tiga :p
Setiap perjalanan pasti selalu ada yang ingin minta tolong difotoin. Sama halnya seperti foto diatas dimana kita akan lebih sibuk mengabadikan moment ditempat yang indah daripada nyampah atau coret-coret tebing, lebih baik narsis dan tidak merugikan oranglain. Keep it clean ya guys...Kalau bawa sampah ya jangan buang sembarangan, ada baiknya bawalah sampah kalian pulang setelah melihat tempat pembuangan sampah baru deh kalian buang. Simple Right?!?


Mary dan Jejensibolang
Kiss dari Curug Cibaliung
Kondisi underwater yang agak keruh #sigh

Bisa dibilang kami berenam bukan dari teman yang semuanya saling kenal. Melainkan kita semua baru saja kenal hari itu juga namun kedekatan kami seperti sudah lama ketemu. Jadi Mary itu teman kampus saya, dia bawa temannya jejen dan saya pun baru kenal. Mas Anang teman satu trip dulu dan saya juga baru kenal dengan pacarnya belum lama yang bernama kak Desi. Nah mereka berlima memang benar-benar baru saja saling kenal dimana hari itu kami melakukan pertualangan bersama. 

Hari semakin gelap, sesekali ada rintikan hujan yang membuat kami harus segera kembali karena takut saat pulang nanti kejebak air bah. Amiittt-amiiittttt jangan sampe!!!

Kami pun bergegas untuk kembali mengikuti jalur yang sama seperti kami menuju Curug Cibaliung. Tapi ternyata langit seperti sedang menggoda kami. Karena kadang langit berubah dalam seketika menjadi gelap, tak lama kemudian cerah kembali. 

Hanya jalan ini yang harus kita tempuh

Karena perjalanan ke Curug Cibaliung masih alami jadi kami harus siap bila menghadapi jalan yang mengharuskan merayap di bebatuan besar. Ingat pakai alas kaki yang nyaman dan tidak licin yah agar tetap aman saat berjalan di bebatuan.
Senangnya bermain di Jacuzzi alami
Raut muka bahagia karena bermain air
Himpitan batu membuat air mengalir seperti jacuzzi

Karena cuaca yang labil jadi kami meneruskan bermain air saat perjalanan pulang karena banyak sekali spot yang bisa dikunjungi untuk bermain air. Di balik batu besar selalu ada tempat yang asik untuk bermain air. Bagaimana tidak? diantara beberapa himpitan bebatuan selalu ada celah aliran air yang membentuk seperti jacuzzi alami. Duduk didepan aliran air itu terasa seperti dipijat. Yaahh dipijat secara alami dari derasnya aliran sungai.
Ceritanya permaisuri dengan pengawalnya :p
Kalo ini Achil yang jail sama cewe-cewe
Paling asik ngejailin mas Anang

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kembali tapi lagi lagi kami menemukan tempat yang asik untuk bermain air. hahahahaa....

Walhasil mampir lagi lah buat sekedar duduk-duduk cantik di air sungai yang begitu bersih. Memang kesegaran alami membuat kita tergoda untuk terus merasakan sensasi kesegarannya. Walaupun dingin geremet yang kadang membuat kami menggigil, tetap saja kami akan terus melanjutkan bermain air bersama. Tapi memang kalau sudah kumpul selalu ada keusilan yang kami buat, saat fotopun pasti ada saja salah satu teman kami yang menjadi korban atas keusilan kami.


Thank you Acil dan Mas Anang yang udah jagain kita

Hari ini memang kami terbilang  beruntung dengan cuaca yang sedikit labil tapi setidaknya tak juga turun hujan dan membuat air sungai begitu jernih. Kami mengakhiri perjalanan yang selalu berhenti setiap ketemu sungai yang tenang dan asik untuk tempat berfoto ataupun santai sejenak.
Sunset yang tidak tuntas -__-"


Semakin sore memang pastinya semakin gelap dan perjalanan kami tidak berakhir disini saja karena kami akan berkunjung ke wisata pemandian air panas yang masih terletak di Gunung Pancar. Kami tidak dulu bilas sepulang dari Curug Cibaliung. Dalam keadaan setengah basah kami tetap melanjutkan perjalanan menggunakan mobil yang telah diberi alas jas hujan yang tidak terpakai agar jok mobil tidak basah. Saatnya melanjutkan perjalanan ke pemandian air panas. Wohooooo....!!!


BUDGET
Biaya perorang Rp. 55.000 x 6 = Rp. 330.000
  1. Tol Pondok Ranji Rp. 12.500
  2. Tol Cilandak Rp. 9.500
  3. Bensin Rp. 150.000
  4. Tol Sentul Sirkuit Rp. 6.500
  5. Patungan Cemilan Rp. 70.000
  6. Parkir Curug Cibaliung kena 2 kali Rp. 30.000
Masih bersisa Rp. 51.500

ITINERARY


07.30 AM Mulai perjalanan dari Jakata ke Bogor
09.15 AM Keluar Tol Sirkuit Sentul
10.00 AM Tiba di pertigaan Jungle Land
10.40 AM Tiba di parkiran Curug Leuwi Hejo
12.20 PM Perjalanan ke Curug Cibaliung
13.45 PM Menghabiskan waktu di Curug Cibaliung
15.05 PM Tiba di parkiran Curug Leuwi Hejo