Menu

Laman

  • loading...
Tampilkan postingan dengan label Maluku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Maluku. Tampilkan semua postingan

Batu Angus akibat aliran lahar bekas letusan Gunung Gamalama, Ternate


-
-

"Apa kisah dibalik Batu Angus?" 
"Mengapa dinamakan Batu Angus?" 
"Apa daya tarik dari Batu Angus?"


***

Batu Angus memiliki nama yang sangat unik. Pelataran depan Batu Angus banyak ditumbuhi tanaman liar yang menghijau. Saya pikir hanya berupa hutan buatan, Namun saat saya memasuki kawasan Batu Angus, Ternyata banyak sekali bebatuan yang berwarna hitam di pelataran Batu Angus.





Batu Angus adalah batu dari hasil aliran lahar bekas letusan Gunung Gamalama pada tahun 1673, dimana bebatuan dari lahar tersebut mengeras dan mengering menjadi berwarna hitam kelam. Akan tetapi, meletusnya Gunung Gamalama tidak selamanya menyisakan kerusakan saja melainkan adanya hamparan luas Batu Angus yang kini menjadi Destinasi Wisata yang diminati pengunjung.



Letak Batu Angus yang tak jauh dari Kota Ternate sekitar 10km bisa dilalui oleh kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Jadi bagi para pengunjung tidaklah sulit untuk menemukan Batu Angus. Selain itu, jika kalian ingin berfoto diantara bebatuan yang angus ini juga bisa kalian dapatkan dipinggir jalan. Karena selama perjalanan menuju Destinasi Wisata memang dikeliling Batu Angus.




Cuaca yang tak menentu membuat pemandangan saya yang awalnya gelap karena warna awan yang berubah menjadi keabuan tak lama kemudian matahari muncul dan menyinari tempat dimana saya berpijak. Yaapppp luar biasa pemandangan di Batu Angus. Jalan terbentang dengan beberapa kelokan disertai pemandangan tanaman hijau yang mengelilingi area Batu Angus menuju arah lautan lepas. Saat berjalan lurus mengikuti arah jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, Kami disuguhkan lautan luas terbentang dengan pegunungan yang terlihat mengecil karena dari kejauhan. Sedangkan saat saya menoleh ke arah belakang, Gunung Gamalama yang tertutup kabut pun menjadi pemandangan yang tak kalah cantiknya dari lautan yang begitu biru. Gunung Gamalama terlihat sangat besar sekali, seakan saya sudah mecapai setengahnya dari Gunung Gamalama. Padahal saya masih dibawah kaki Gunung Gamalama. Hehee..





Gunung Gamalama memang tak pernah pelit akan keindahannya. Pemandangan cantik ini bisa kalian saksikan secara dekat di Batu Angus. Gunung Gamalama adalah sebuah gunung stratovolcano yang berbentuk kerucut terdapat di keleuruhan Pulau Ternate, Maluku Utara dengan ketinggian 1715 MDPL. 

Kawasan Batu Angus memiliki luas hampir 10 hektare dibagian ujung Kota ternate. Memang di kawasan ini jarang sekali ditemukan warung jajanan karena memang tempat ini seringkali dijadikan persinggahan sementara oleh para pengunjung. Banyak sekali diantaranya membawa bekal sendiri sembari menikmati panorama indahnya Batu Angus dengan bagian sisi barat Gunung Gamalama, sisi timur hamparan lautan luas.


 
Memang tak selamanya bencana alam akan terus membawa nestapa dan penderitaan. Namun juga keindahan yang tidak dimiliki tempat lainnya dengan tanah yang sangat subur sehingga masyarakat Ternate mendapatkan banyak keuntungan akibat gunung meletus. 

Biarkan Batu Angus ini menjadi saksi bisu dari apa yang terjadi pada abad ke 17 yang menewaskan banyak warga setempat dengan aliran lahar yang begitu panas mengaliri setiap celah dari atas Gunung Gamalama hingga pesisir pantai. Kini, Batu Angus menjadi ikonnya Ternate bahwa setiap pengunjung akan dikatakan belum pernah ke Ternate jika belum berkunjung ke Batu Angus. So you guys...Kalau ke Ternate jangan pernah lewatkan Batu Angus yah.  

Benteng Tolukko peninggalan Portugis, Ternate


-
-

Ternate memiliki banyak benteng yang bersejarah. Umurnya pun sudah ratusan tahun lamanya. Benteng di Ternate juga beragam kisah sejarahnya. Ada peninggalan dari Portugis hingga dari Belanda. Dari kejauhan sudah terlihat benteng yang megah karena memang benteng ini berada di dataran tinggi. Benteng Tolukko terletak di kelurahan Sangadji, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara. Benteng ini peninggalan dari Portugis yang pernah berkuasa pada abad ke 15.

Begitu memasuki Benteng, suasananya terawat dan juga asri dengan tanaman hijau dibagian pinggir benteng. Untuk masuk kebagian dalamnya benteng, kalian harus memasuki sebuah lorong yang berjarak hanya sekitar 3 meter. 
Taman Asri di pelataran Benteng Tolukko
Lorong menuju dalam Benteng Tolukko
Setelah itu kalian akan keluar dari lorong dengan posisi sebelah kanan akan ada sebuah lubang yang berbentuk persegi panjang dilengkapi dengan tangga untuk dapat menuju bawah dan di bagian sudutnya pun terdapat ruang bawah tanah yang dulunya difungsikan sebagai tempat penyimpanan amunisi perang. Ruang bawah tanah ini cukup berbahaya jika kalian masuk kedalamnya karena memang tidak ada penerangan dan juga tidak ada tanda jalan.
Ruang Bawah Tanah
Berkeliling Benteng Tolukko terdapat sebuah lorong lagi yang sangat sempit, disana kita bisa melihat indahnya pegunungan Gamalama yang tertutup awan sehingga yang terlihat hanyalah bawah kaki Gunung Gamalama. Genteng-genteng yang berwarna merah bata pun tak terlalu banyak yang terlihat, memang masih didominasi dengan pemandangan pepohonan hijau yang begitu nikmat dipandang. 
Bagian bawah terdapat lorong kecil untuk berjalan



Benteng Tolukko ini seperti dikelilingi lukisan nyata yang alami dari puncak Benteng akan terlihat lautan Maluku, Pulau Tidore, Pesisir Barat Pulau Halmahera dan juga pegunungan, namun dibagian sisi lain terlihat seperti sebuah kota lengkap dengan rumah-rumah dan jalanan yang begitu panjang disertai dengan kendaraan warga setempat. Memang Benteng ini memiliki daya pikat tersendiri karena dikelilingi pemandangan yang sangat komplit. Bagaikan makanan 4 sehat 5 sempurna #halah




Sejarah Benteng Tolukko
Benteng Tolukko didirikan pada tahun 1540 oleh Fransisco Serao, seorang panglima asal Portugis yang meguasai hampir seluruh perdagangan rempah di Ternate pada abad ke 16. Awal mulanya nama Benteng Tolukko ini adalah Santo Lucas yang digunakan sebagai pertahanan sekaligus pusat penyimpanan rempah-rempah yang akan diperdagangkan. Sehingga letak Benteng Tolukko berada di puncak bukit yang cukup tinggi, dapat menjadi tempat yang sangat sempurna untuk mengawasi segala gerak gerik yang terjadi di Istana Kesultanan Ternate. 

Portugis ternyata tidak hanya mendirikan benteng melainkan berhasil memonopoli perdagangan rempah-rempah yang dituangkan dalam suatu perjanjian. Semenjak adanya perjanjian tersebut, Ternate merasa dirugikan karena harus menjual dengan harga yang sangat rendah kepada Portugis yang kemudian berubah menjadi pemeras. oleh karena itu, Ternate serentak menyatakan permusuhan kepada Portugis.

Setelah perlawanan rakyat Ternate dibawah pimpinan Sultan Babullah, akhirnya kekuasaan Portugis berakhir pada tahun 1577. Sejak saat itu Benteng Santo Lucas dikuasai kesultanan Ternate hingga akhirnya Belanda datang merebut benteng tersebut dan mengganti namanya menjadi Benteng Hollandia. Benteng ini pun dipugar pada tahun 1610 dan dijadikan salah satu pertahanan Belanda di Ternate. Berdasarkan beberapa perjanjian kerjasama pemerintah VOC da kesultanan Ternate. Akhirnya pada tahun 1661 Sultan Ternate bernama Mandar Syah diberi izin untuk menempati Benteng Hollandia dengan personil 160 orang.

Nah untuk nama Tolukko sendiri berasal dari nama penguasa kesepuluh yang duduk di singgasana Ternate yaitu Kaicil Tolukko yang memerintah pada tahun 1692. Akan tetapi ada sumber lainnya menyebutkan bahwa nama Tolukko ini berasal dari tidak jelasnya masyarakat Ternate saat melafalkan Santo Lucas, hingga akhinya Santo Lucas berubah menjadi Tolukko. Sampai saat ini masih tetap dinamakan Benteng Tolukko.

Konstruksi benteng ini terbuat dari berbagai macam jenis batu antara lainnya batu kali, batu karang serta batu pecahan batu bata yang direkat oleh campuran kapur serta pasir. 


Kisah cinta terlarang di Danau Tolire, Ternate


-
-

Danau Tolire yang berada di bawah kaki Gunung Gamalama terletak sekitar 10 km dari kota Ternate yang memiliki keunikan tersendiri. Siapa sangka keindahannya yang dapat memanjakan mata memiliki kisah yang begitu misterius dari asal muasal Danau Tolire. Sebenarnya Danau Tolire memiliki 2 danau yaitu Danau Tolire Besar dan Danau Tolire Kecil. Kedua danau tersebut terdapat kisah cinta yang terlarang yaitu cinta seorang ayah dengan putrinya. Bukan cinta dalam arti selayaknya orang tua yah akan tetapi kisah cinta yang didasari perasaan ingin memiliki satu sama lain.



Kisah Danau Tolire

Konon katanya ada seorang pemimpin desa di bawah kaki Gunung Gamalama yang melakukan hubungan intim dengan putrinya. Setelah hubungan yang memalukan itu diketahui oleh penduduk desa. Sang ayah dan putrinya pun diusir dari desa tempat mereka tinggal. Namun belum sempat mereka pergi, desa tersebut dilanda gempa. Warga desa meyakini bahwa gempa itu adalah sebuah kutukan dari yang maha kuasa akibat perbuatan maksiat sang ayah terhadap putrinya. Akan tetapi, seluruh warga desa terkena imbasnya juga. Desa itu pun terguncang sangat hebatnya dengan keadaan tanah yang retak, muncullah air dari dalam bumi sehingga menenggelamkan seluruh desa beserta penduduk desa kedalam bumi. Akhirnya desa itu pun menjadi sebuah danau raksasa yang dikenal sebagai DANAU TOLIRE BESAR.

Baca Juga : Benteng Tolukko Peninggalan Portugis

Sang putri pun berhasil melarikan diri dari kejadian gempa yang menenggelamkan seluruh penduduk desa. Saat sang putri melarikan diri hingga tepian pesisir laut. Gempa pun terjadi kedua kalinya tepat dibagian tanah yang dipijak sang putri hingga menciptakan danau lainnya yang lebih kecil dan dikenal sebagai DANAU TOLIRE KECIL.

Naasnya penduduk desa pun terkena imbasnya dari perbuatan maksiat sang ayah terhadap putrinya. Sehingga penduduk desa terkena kutukan menjadi BUAYA PUTIH sebagai penjaga Danau Tolire Besar.



Memang kisah ini dianggap sebagai legenda oleh warga setempat. Akan tetapi, keadaan buaya putih diyakini oleh masyarakat karena memang sering kali wisatawan melihat langsung sang buaya yang sedang mengelilingi Danau. Memang buaya itu tak sering tampak ke permukaan. Hanya sesekali saja terlihat adanya buaya di Danau Tolire Besar. 

Keunikan di Danau Tolire

Tapi ada lagi yang lebih unik di Danau Tolire yaitu para penjual batu kerikil. Sempat bertanya kepada anak-anak kecil yang menjajakan batu kerikil perplastik dengan harga Rp. 3.000 saja. 

"Mengapa anak kecil itu berjualan batu?" 

Ternyata setiap pengunjung yang mencoba melemparkan batu ke Danau Tolire maka batu tersebut akan menghilang begitu saja. Tidak ada tanda-tanda cipratan air akibat batu yang dilemparkan ke Danau. Memang hal ini menjadi daya tarik para pengunjung yang datang kesana. Banyak sekali diantara mereka yang terus mencoba melemparkan batu namun hasilnya selalu nihil. Lucunya, ada seorang bapak-bapak berasal dari Cina yang terus mencoba melemparkan batu ke Danau Tolire. Bapak tersebut menghabiskan 4 kantong platik yang berisi batu kerikil. Gak pegel yah si bapak itu secara terus menerus melempar batu ke Danau. Saya saja pegel lempar batu kerikil, padahal hanya 2 plastik yang berisi batu telah saya habiskan. Namun tetap saja nihil #sigh.

Baca Juga : Batu Angus akibat aliran lahar Gunung Gamalama

Biarkan aksi lempar batu ini menjadi gimmick agar banyak para pengunjung yang penasaran melakukan hal yang sama dan merasakan sensasi kesal akibat batu yang dilempar lenyap begitu saja. Entah kemana hilangnya batu tersebut. Sebagian penduduk ada yang mempercayai akibat pengaruh gravitasi bumi yang membuat batu hilang sebelum sampai di permukaan air danau.



Kami para wanita cantik yang berkesempatan menikmati keindahan Danau Tolire secara lagsung memang sangat mengagumi keindahan Danau Tolire Besar. Danau seluas 5 hektare ini memiliki daya pikat tersendiri bagi para pengunjung. Kami dibuatnya terkagum-kagum akan pemandangan indah didepan mata. Air danau berwarna hijau tosca dikelilingi hutan rimbun lengkap dengan Gunung Gamalama yang berselimutkan awan. Membuat kami merasa beruntung karena pemandangannya yang super lengkap.





Tak hanya itu saja, Saya pun merasa beruntung karena bisa travelling bareng idola Marischka Prudence yang sering saya sapa Kak Pru. Kebayangkaannn gimana asiknya saya bisa travelling bareng idola. Tapi bukan itu saja yang membuat saya senang, melainkan saya juga dapat teman baru yang cantik-cantik. Banyak diantaranya dari blogger, diver dan juga social media influencer.

So you guys...kalau datang ke,ari tidak usah bawa batu keikil dari rumah yaaaa. karena disini pun juga banyak anak kecil yang berjualan batu kerikil. Makanan pun tak perlu khawatir karena di Danau Tolire banyak sekali warumg yang menjajakan aneka makanan gorengan, indomie dan juga minuman segar seperti es kelapa.

Cheers,
Dian Juarsa
6 July 2017

Penikmat keindahan dari ketinggian Menara Suar Desa Saria, Tanjung Babo, Jailolo


-
-

Waktu berjalan cepat, niat mau mencari matahari pagi yang akan terbit pun sepertinya gagal total karena hari semakin siang tapi kami para wanita cantik yang berpetualang mencari keindahan di sisi lain pun tetap melanjutkan perjalanan kami. 

Tak mungkin kami tidak melanjutkan perjalanan karena katanya di Menara Suar Desa saria, Tanjung Babo dapat menikmati keindahan Teluk Jailolo dari ketinggian. Yaaappp penasaran dengan keindahannya, Apakah benar yang dikatakan guide kami bahwa keindahan dari ketinggian dapat membayar kegagalan kami untuk menyaksikan matahari terbit dalam ketinggian?

***

Menanjak dan terus menanjak, memang keindahan yang akan kamu lihat dibutuhkan pengorbanan untuk terus menanjak agar dapat melihat keindahan yang hakiki. 

Pakaian kami tak perlu layaknya seperti anak gunung yang akan mendaki gunung. Kami para wanita cantik memakai pakaian selayaknya akan ke pantai. Tau dong pakaian apa yang kami pakai? Yaaappp benaarrrr....Celana pendek, sendal jepit lengkap dengan sunglasses dan juga topi. Hahahhhaa...



Selama penanjakan kaki kami digigit nyamuk, itu sudah biasa. Sendal jepit saya harus nyangkut di ranting pohon pun juga itu sudah biasa apalagi sampai terlepas. Yap begitulah ribetnya kalau menanjak menggunakan pakaian mantai. Sebenarnya kami tidak sedang menanjak pegunungan, hanya sebuah bukit yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di puncak bukit tersebut.


Masih juga belum sampai, Pemandangan yang saya lihat hanyalah pepohonan yang berjajar lengkap dengan pohon kelapa. Tapi setelah 19 menit menanjak akhirnya kami dapat melihat desa saria juga. Matahari pagi terlihat begitu cantik dengan suasana yang begitu hangat karena sinarnya. Matahari pagi pun tertutup setengah oleh pegunungan membuat kami para wanita cantik mengeluarkan senjata andalan yaitu kamera masing-masing untuk mengabadikan keindahan yang kami temukan saat diperjalanan. Menurut kalian apakah kami sudah sampai tujuan? Belum. Kami masih harus melanjutkan penanjakan kami untuk mencapai Menara Suar. Saya penasaran untuk dapat menaiki mercusuar tersebut.



Akhirnya 30 menit pun telah berlalu, nafas tersenggal-senggal pun masih terasa sampai puncak bukit. Duduk sejenak sembari menatap nanar Menara Suar yang begitu tinggi dengan tangga yang sangat kecil. Kami bisa menaiki Menara Suar tersebut tapi juga tidak masalah jika tak mau menaiki Menara Suar karena memang Menara Suar Desa Suria memiliki ketinggian hingga 40 meter. Buat kalian yang takut akan ketinggian, sangat tidak disarankan menaiki Menara Suar ini.


Menara Suar Desa Saria berasal dari Jerman, perbantuan dari negara lain pun didapatkan untuk navigasi transportasi laut agar para pelayar mengetahui bahwa di dekatnya sudah ada daratan. Menara Suar Desa Saria, Tanjung babo sudah ada sejak tahun 2002 dengan jumlah penjaga sebanyak 5 penjaga, Kedua penjaga lainnya diperbantukan dari Menara Suar yang ada di Morotai. Memang di Maluku Utara ini hanya memiliki 2 Menara Suar yang terdapat di Desa Saria, Halmahera Barat dan Pulau Morotai. 

Dari Teluk Jailolo untuk menuju ke Menara Suar Desa Saria bisa menggunakan kendaraan darat seperti mobil atau motor yang menghabiskan waktu hingga 20 menit selama diperjalanan. Siapkan fisik kalian agar dapat mencapai puncak bukit karena penanjakan dapat memakan waktu hingga 30 menit. Tapi bagi kalian yang memang anak gunung banget, mungkin bisa lebih cepat sampai puncak. 


Besi cakar ayam begitulah istilah yang saya dapat dari Penjaga Menara Suar, besi-besi yang dikirimkan dari luar memiliki kualitas yang sangat bagus. Sudah 15 tahun lamanya semenjak Menara Suar ini berdiri tak banyak besi yang berkarat. Biasanya Menara Suar setiap 10 tahun lamanya pasti sudah banyak yang berkarat, beda halnya di Menara Suar Desa Suria, Tanjung Babo. Untuk pengiriman tiap besinya pun membutuhkan waktu selama 6 bulan dengan biaya hingga 300 juta, itu pun hanya biaya pengirimannya saja. belum dengan pembuatan Menara Suar, Entah berapa biaya yang sudah dikeluarkan dalam pembuatan Menara Suar ini.


Saya termasuk orang yang pertama ngebet banget ingin menaiki Menara Suar karena penasaran menyaksikan keindahan dari ketinggian. Setapak demi setapak tangga yang harus saya lewati tak membuat saya takut. Tapi saat ketinggian mencapai sekitar 30 meter, saya merasakan tangga yang saya tapaki sedikit bergoyang. Semakin tinggi Menara Suar yang sudah saya tapaki memang semakin terasa kalau ada teman yang berada di bawah saya sedang berjalan di tangga atau melakukan pergerakan. Awalnya saya pikir hanya perasaan saya saja, ternyata teman saya yang lainnya pun merasakan hal yang sama. Oke... berarti memang harus super hati-hati. Sempat saya agak pusing saat jalan ditangga yang mengharuskan saya untuk melihat kebawah tapi saya tetap melanjutkan agar sampai di puncak tertinggi menara Suar.

Eeennnggg Iiiiinnnngggg Eeeennnnnggggg...yyyyiiipppiiieeee...Saya akhirnya bisa juga mencapai puncaknya Menara Suar. Diatas puncak tertinggi Menara Suar hanya ada saya, Anggie, Tryanha, Sina dan Zandry. Kami sudah sampai di ketinggian 40 meter. Benar saja, pemandangan yang saya saksikan secara langsung sangatlah indah. Pemandangan yang kami lihat tak hanya pantai saja melainkan pegunungan dan juga pedesaan. Tak menyesal bisa mencapai puncak tertinggi Menara Suar.



Buat kalian yang sedikit takut ketinggian lebih baik tetap saja mencoba untuk berusaha naik keatas. Jujur, saya termasuk orang yang agak sedikit takut akan ketinggian tapi saya dapat mengendalikan diri saya untuk tidak terlalu takut akan ketinggian. Cara yang saya gunakan adalah saat menaiki tangga, kedua tangan saya memegang besi pegangan agar merasa aman, setelah itu jangan terus menerus melihat kebawah melainkan pandangan mata tetap dalam keadaan lurus melihat tangga lain yang ada di depan mata dan terakhir jangan tergesa-gesa saat menaiki Menara Suar agar jantung tak berdegup terlalu kencang. Ingat kalau kepalamu terasa pusing hebat ada baiknya tidak melanjutkan naik keatas puncak Menara Suar. Sekian saran dari saya, semoga dapat membantu teman lainnya yang agak takut akan ketinggian.





Entah mengapa turun dari Menara Suar lebih mudah ketimbang naik keatas. Dari tangga yang sangat kecil hingga akhirnya menemukan tangga yang lebih besar membuat saya merasa lega karena tandanya saya semakin cepat sampai dasarnya. Jantung pun tak lagi berdegup kencang yang artinya saya bisa lebih cepat beradaptasi dengan keadaan. Sesampainya dibawah, pak penjaga Menara Suar ingin berfoto bersama kami sebelum kami melanjutkan perjalanan selanjutnya.

Akhirnya semua wanita cantik berkumpul di bawah menara Suar, kami siap melakukan perjalanan selanjutnya karena memang Teluk Jailolo ini memiliki destinasi lainnya untuk kami kunjungi. 



Sepulang dari Menara Suar sebenarnya masih pagi sekitar pukul 10.00 WIT tapi sinar matahari begitu terik dan kulit terasa seperti terbakar. memang kalau sedang berada di Maluku Utara harus rajin menggunakan sunblock yah agar kesehatan kulit tetap terjaga.




Nah guys....kalau kalian mampir ke Teluk Jailolo jangan hanya menyaksikan keindahan pantainya saja karena Menara Suar ini memang harus masuk dalam daftar liburan kalian. Ada baiknya kalau kesini sebelum sunrise yah. Dijamin kalian bisa menyaksikan keindahan yang luar biasa di puncak Menara Suar dan jangan lupa ijin terlebih dahulu dengan penjaga Menara Suar nya agar kalian diberikan izin untuk naik ke Puncak Menara Suar.

Cheers,
Dian Juarsa

BENTOR | Semakin kencang musiknya, Semakin banyak peminatnya


-
-

Alunan musik semakin kencang saat berlaju. Saya sempat heran mengapa musik harus kencang sekali, sedangkan saya hanya duduk berdua saja di dalamnya. Untuk mengobrol pun saya harus berteriak agar bisa terdengar. Yaahhh begitulah BENTOR, Salah satu alat transportasi umum yang diminati masyarakat setempat.


Selama perjalanan di Teluk Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, Bentor lah yang setia menemani untuk explore jailolo. Memang disini lebih nyaman mengendarai Bentor dengan biaya Rp. 5.000 jarak dekat sedangkan jarak jauh bisa dikenakan biaya Rp. 50.000. Semua harga tergantung dari nego dengan abang Bentor.

Kecepatan Bentor tak perlu diragukan lagi karena hampir sama dengan kecepatan motor biasa. Ya jelas saja sama karena memang Bentor itu adalah becak motor yang dirancang khusus hasil perpaduan dari motor yang ditambahkan becak dibagian depannya. Memang Bentor awal mulanya terkenal di Gorontalo. Tapi kini sudah banyak bentor di tiap daerah. Bentor pun tak hanya bagian depan saja melainkan becaknya bisa di bagian samping motor. Memang kendaraan ini cukup unik, bahkan saking banyaknya bentor sampai mereka pun membuat komunitas bentor loh.

Sound system adalah bagian terpenting dari bentor yang ada disana. Karena semakin kencang suara musiknya, maka semakin banyak peminatnya. Maka dari itu, mereka berlomba-lomba agar kualitas suara sound systemnya lebih oke.

Kalian tau tidak? mereka itu harus merogoh kocek lebih dalam lagi loh untuk membuat Bentor agar diminati masyarakat setempat. Memang mendengar harganya pun saya sempat tercengang karena bentor terbilang tak murah untuk biaya modifikasinya. 

Pak Pardi yang menemani saya keliling Teluk Jailolo memberikan informasi yang membuat saya menganga bahwa biaya yang dikeluarkan sekitar Rp. 25juta. Bukan harga yang murah kan untuk modif sebuah motor menjadi Bentor. Waktu yang tak cepat pun harus dirasakan saat memodifikasi Bentor yaitu selama 4 bulan. Itu pun masih terbilang cepat untuk modif motor menjadi Bentor. Untuk hasil yang maksimal bisa mencapai 8 bulan. Wow lama juga yah...Karena memang tidak mudah untuk modif motor menjadi Bentor. 

Sempat saya bertanya apakah Bentor yang saya naiki milik pribadi Pak Pardi atau bukan. Ternyata Bentor tersebut adalah milik orang lain. Karena Pak Pardi belum sanggup untuk biaya modifikasi Bentor. 

Pak Pardi setiap harinya harus memberikan setoran sebesar Rp. 60.000. Kadang kala Pak Pardi pun harus nombok karena setoran yang didapat tidak mencapai dari biaya sewa Bentor. Memang untuk wilayah yang sekecil itu masih terbilang mahal untuk sewa bentor setiap harinya. Kalau lagi rame penumpang, Pak Pardi bisa mendapatkan Rp 150.000 seharian, kalau lagi sepi pernah tidak dapat setoran sama sekali. Akan tetapi Pak Pardi tidak pernah putus asa, beliau terus melakoni perannya sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab akan kehidupan keluarganya. Maka dari itu, Pak Pardi terus bersemangat mencari nafkah dengan cara mengendarai Bentor pagi, siang dan malam.

Jenis musik yang saya dengar selama di perjalanan tak lain adalah lagu melayu, Terkadang lagu pop pun juga dimainkan Pak Pardi selama mengendarai Bentor. Jenis musiknya tergantung dari pengendara masing-masing. Kalau pengemudinya masih muda, Sudah pastinya lagu terkini akan terputar diplaylistnya abang Bentor. Tapi kalau bapak-bapak macam Pak Pardi, sudah pastinya lagu yang terasa sangat asing di telinga saya. Namun sesekali Pak Pardi juga suka memasang musik entah apa judulnya tapi yang pasti agak ajeb-ajeb gitu deh. Hahahahaa....Pusing? udah pasti!!! Have fun? Fun bangeeetttt karena musiknya gak pernah yang mendayu-dayu melainkan nge-beat yang membuat mata tidak terasa kantuk. hahahaha...cukup menarik bukan? Makanya kalau berkunjung ke Teluk Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara sempatkan untuk naik Bentor seharian. Dijamin gak akan pernah ngerasa ngantuk deh hahahahaa...





Teluk Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara
Dian Juarsa

Pengalaman Pertama SCUBA DIVING di Pulau Pastofiri, Halmahera Barat, Maluku Utara


-
-

Tak dapat dipungkiri setiap orang pasti memiliki bucket list yang harus tercapai entah di waktu dekat atau butuh waktu yang sangat lama. Berapa pun lamanya bucket list tersebut dapat tercapai, pastinya dibutuhkan kesabaran dan konsisten terhadap apa yang sangat diinginkan. 

Saya termasuk orang yang selalu mencatat apa saja keinginan yang akan saya capai dan butuh berapa lama keinginan tersebut akan tercapai. 

Saya bukan tipe orang yang terlalu ngotot atau menggebu-gebu dalam pencapaian sebuah keinginan. Karena hal yang terpenting adalah sesuatu yang diinginkan bisa tercapai walau butuh waktu yang sangat lama.

Keinginan saya dari dulu adalah bisa mencoba Scuba Diving. Awalnya sih pengen banget langsung Diving tapi karena kuping saya bermasalah sebelah kanan, jadi saya tidak berani terjun langsung untuk Diving. Saya harus mencoba sesuatu di kedalaman yang tidak mencapai puluhan meter. Memang kuping saya bermasalah akibat Freedive yang tidak langsung melakukan equalizing sehingga membuat kuping bagian kanan terus berdengung kencang saat di kedalaman 3 meter. Sejak saat itu saya jadi agak takut kalau menyelam. Walaupun sudah periksa ke dokter, sampai saat ini kuping saya tetap bermasalah. Padahal udah 5 kali saya gonta ganti dokter THT untuk kesembuhan kuping saya dan hasilnya nihil. Ada yang kasih saran sih periksa ke dokter saraf aja, jangan ke dokter THT. Well...mungkin akan saya coba, semoga hasilnya memuaskan.


****

Ada yang Private Message ke Instagram memberitahukan bahwa Jailolo Instatraveler sedang mencari instagrammers dan blogger untuk ikut ke acara Festival Teluk Jailolo. Saya pun dengan cepat mencoba peruntungan tersebut yang akan di kabari pada tanggal 3 May 2017. Which is masih harus menunggu sekitar semingguan. Setelah saatnya tiba, saya agak deg-degan apakah saya akan dikabari atau tidak. Pagi hingga siang masih juga belum ada kabarnya, Ternyata sore hari dikabari kalau saya lolos untuk bisa ikut serta ke Festival Teluk Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara. Yeaaaaayyyy!!!! 
Peserta Festival Teluk Jailolo 2017

Jailolo Instatraveler telah mewujudkan impian saya untuk mencoba Scuba Diving di Pulau Pastofiri. Kaget campur senang karena tidak ada di dalam schedule kalau kami para pemenang bisa mengikuti kegiatan Scuba Diving. Yaaahh palingan cuma dikasih info kalau kegiatan kita dalam sehari ada snorkelingnya. Maka dari itu, Saya bawa perlengkapan alat snorkle dari rumah.

Kami bersembilan antara lain Yuki Anggia, Vidha Kiky, Alexandria Menthe, Chintia LatiefMiftaj atau JejeAnggi Dwi Anggi, Tryanha, Sinasimon dan saya sendiri mendapatkan FREE Scuba Diving langsung ke dalam laut dengan kedalaman maksimal yaitu 5 meter. Tapi untuk Sam a.k.a Alxandria Menthe, Sina a.k.a Sinasimon dan Mami a.k.a Vidha Kiky tidak ikut Scuba Diving melainkan mereka akan Freedive selama di Pulau Pastofiri.

Sebenarnya awal mula kami akan Scuba Diving di Pulau Babua tapi karena ombaknya yang sedang tidak bersahabat walhasil kami berubah haluan menjadi ke Pulau Pastofiri yang letaknya tidak terlalu jauh dari Pulau Babua.

Pulau Pastofiri adalah salah satu pulau yang menyembul ditengah teduhnya perairan Teluk Jailolo dengan luas tidak lebih dari satu hektar yang dihiasi karang putih disisi pantai. Berhati-hatilah saat akan turun dari speedboat karena banyak sekali karang yang berserakan disana. 

Lokasinya memang sangat cocok untuk Scuba Diving, Diving, Freedive,  ataupun hanya snorkeling saja yang berjarak dari bibir pantai hanya sekitar beberapa meter saja kalian bisa langsung melihat keindahan dasar laut dengan pemandangan beragam spesies ikan dan juga terumbu karang. Apalagi disaat cerah dengan pantulan sinar matahari yang menembus ke dasar lautan sehingga akan menghasilkan gambar yang begitu jernih saat berada di kedalaman 5 meter. Luar biasa kaaannn!!
Pulau Pastofiri (Photo by I Made Asdhiana)

Selama di Pulau Pastofiri sangat tidak disarankan kalau kalian bertelanjang kaki karena yang berwarna putih itu bukanlah pasir lembut dan halus melainkan karang putih yang berserakan, akan sangat berbahaya jika tidak menggunakan alas kaki. Keadaan perairan di sekitar Pulau Pastofiri selalu berubah. Bagian belakang Dermaga Pulau Pastofiri akan terlihat seperti dataran luas yang beralaskan karang putih yang berserakan tapi kalau di siang hari bagian belakang dermaga tidak akan terlihat seperti dataran luas. Pulau Pastofiri ini akan selalu di kunjungi oleh para nelayan yang sedang berisitirahat, terkadang mereka akan bakar ikan selama di Pulau Pastofiri. Seru yah jadi Nelayan, tempat istirahatnya indah beneeerrrr. Lah kalo saya tempat istirahatnya selalu dikantin atau gak di pantry yang pemandangannya cuma tembok doang #hiks
Perlengkapan Scuba Diving  

Sebelum terjun langsung untuk merasakan Sensasi nya bermain air di kedalaman yang tidak lebih dari 6 meter. Setidaknya kita harus tau fungsi dari alat Scuba Diving apa saja. Nah guys...Kalau mau tau apa saja kegunaannya. Yuuukkkk kita bahas satu persatu :


  1. Mask & Snorkle : Alat bantu untuk melihat dalam air dan alat bantu pernapasan.
  2. Buoyancy Compensator Device : Semacam jaket yang dapat di aliri udara untuk membantu penyelam saat akan menuju permukaan air. Saat BCD mengembang maka tubuh penyelam akan terangkat ke permukaan air dan juga untuk menempelkan tabung ke tubuh kita. 
  3. Air Tank : Digunakan untuk menyimpan udara dengan berat sekitar 8 kilogram. Lumayan ya bok kaya bawa carrier
  4. Fins atau kaki katak : berguna untuk membantu dorongan di dalam air saat akan menyelam.
  5. Dive Booties : Kegunaannya sebagai penambah Fins open heels agar kaki dalam keadaan tetap hangat dan melindungi kaki saat menyelam
  6. Weight Belt : Nah ini dia alat yang sangat membantu kalian dalam menyelam agar beban berat kita lebih bertambah sehingga mudah dalam melakukan kegiatan di dalam air
  7. Dive Computer : berfungsi untuk menunjukkan tekanan udara, kedalaman air dan suhu udara dan sebagai penunjuk berapa lama penyelam dapat bertahan di dalam air. Keren!!!
  8. Pressure Gauges : Indikator yang menunjukkan jumlah udara oksigen yang ada di dalam tabung dan juga menunjukkan kedalaman, kompas, tekanan udara dan suhu udara saat menyelam.
  9. Alternate Air Source : Berguna untuk menyambungkan dari selang regulator ke mulut dengan cara di gigit
  10. Regulator : Alat yang berfungsi mengalirkan udara ke mulut saat bernafas didalam air. Ingat yah bernafasnya jangan pernah menggunakan hidung melainkan  menggunakan mulut. Inhaaallleeee...Exhaaaalllleeee... Fiuuuuhhhh dibuang tsaaayyy jangan ditahan yah
  11. Wet Suit : Iniii paling wajib sih sebenernya kalau mau Scuba Diving. tapi kalau saya kan gak lama yah Scuba Divingnya, jadi pake bikini deh hihihihi :p
Belajar cara nafas pake mulut yang berhubungan dengan air tank

Ternyata belajar nafas pakai mulut itu gampang-gampang susah bok!!! Emang butuh teknik dalam melakukan pernafasan yang menggunakan mulut. Jadi caranya adalah tarik nafas panjang dengan mulut lalu buang secara perlahan dengan mulut juga. nanti regulator akan berfungsi mengeluarkan udara yang kita buang menjadi gelembung-gelembung cantik yang naik ke permukaan air.

Saya sempat kesal sedikit karena saat pelatihan nafas dengan mulut, entah kenapa regulatornya tidak berfungsi dengan baik. Sehingga saat saya nafas panjang dengan mulut, Semua air laut masuk ke dalam mulut. oh my goooodddd!!!! Saya udah bilang berkali-kali kalau mulut saya kemasukkan air terus walaupun sudah dicoba sebanyak tiga kali dan ketiga kalinya air laut masuk kedalam mulut #hikssedih 
Ingat yah itu artinya tanda OKE
Saat akan melakukan penyelaman ada beberapa tanda yang harus diketahui oleh para penyelam. Kalau tanda yang ada foto diatas, itu tandanya OKE karena kondisi kita masih tidak bermasalah. Maka penyelaman masih bisa berlanjut. Ingat kalau kondisi tubuh sedang bermasalah dalam artian sedang Flu atau memiliki penyakit sinus. Ada baiknya tidak usah melanjutkan Scuba Diving karena akan merugikan diri sendiri. Teman saya Tryanha yang sedang flu memaksakan untuk melakukan penyelaman sehingga hidungnya berdarah. Lalu tanda Jempol Ke Atas itu tandanya mau naik keatas permukaan air. Kalau kondisi sudah tidak memungkinkan, kita bisa meminta kepada Buddy Diver untuk naik ke permukaan air.
Terumbu Karangnya banyak yang unik
Penyelaman jangan pernah dilakukan sendirian karena akan sangat berbahaya. kalian akan selalu butuh Buddy diver selama melakukan penyelaman karena kegiatan ini beresiko tinggi jika dilakukan seorang diri. Ada beberapa prosedur yang harus kalian lakukan selama penyelaman yaitu selalu mempertahankan kontak dengan partner selam, tahu isyarat tangan dan Line Pull Signal, Jika isyarat diberikan oleh partnermu maka dengan cepat direspon, Jangan pernah tinggalkan partner selam mu jika dalam keadaan terperangkap, Jika salah satu partner selam membatalkan penyelaman dengan berbagai alasan maka yang lainnya pun juga harus naik keatas dan terakhir harus tahu melakukan Buddy Breathing.
Selesai juga Scuba Divingnya


Tak lama saya melakukan penyelaman, rasanya ingin lagi mencoba menyelam karena memang bikin ketagihan kalau melakukan penyelaman walaupun hanya di kedalaman 5 meter saja. Bahagia sudah pasti karena akhirnya saya dapat mencoba Scuba Diving yang sejak lama saya inginkan. 

Terima kasih banyak kepada teman-teman Jailolo Instatraveler yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melakukan Scuba Diving. Sehingga saya dapat lebih percaya diri lagi untuk melakukan aktivitas dalam air dengan kedalaman sampai puluhan meter.
Sunset terbaik di Pulau Pastofiri
Sunset terbaik di Teluk Jailolo hanya berada di Pulau Pastofiri. Pulau inilah menjadi primadona para pngunjung dalam menyaksikan sunset yang begitu indah dengan biasan orange hampir dikeseluruhan langit dan setengah bulatan yang turun kebawah dengan warna orange yang lebih menyala lagi. Sungguh luar biasa sunset Pulau Pastofiri, Kali pertama saya dapat menyaksikan Sunset yang begitu indah hingga sinarnya memenuhi langit dengan guratan warna yang bervariasi.




Pulau Pastofiri, Halmahera Barat, Maluku Utara
Dian Juarsa