Menu

Laman

  • loading...
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Wisata Kuliner Solo AJIIIIBBB


-
-

Tujuan utama saya ke Solo adalah penasaran dengan postingan di salah satu social media teman saya yang bernama Avia namun saya selalu memanggil namanya dengan sebutan Ambon atau mbon. 

Saya selalu iri melihat postingannya yang selalu share tentang makanan murah yang ada di Solo. Sempat penasaran bagaimana rasa makanan yang dia beli selama tinggal di Solo. Ambon ini asli Jakarta yang memang sedang bekerja di Solo. Saya pun juga pernah janji kalau saya akan bermain ke Solo untuk sekedar liburan sesaat kalau merasakan penat selama di Jakarta.

Entah mengapa karena rasa bosan tetiba saya langsung pesan tiket ke Solo minggu depan. Hahahhaaa supeerrrr dadakan!!! Saya berani mendadak ke kota orang sendirian karena ada teman saya yang tinggal disana. jujur saya bukanlah orang yang bisa solo travelling. Karena orang bawel itu selalu butuh teman dalam perjalanan unuk menemani saya ngobrol atau bersenda gurau #aheeeyyy

Hari pertama saya di Solo ditemani Andy yang memang asli sana. Dia mengajak saya untuk makan siang ditempat makan kesukaannya si Ambon. Disana jual makanan Selat dan Galantin. Kedua nama tersebut sangat asing di telinga saya, Karena penasaran saya pun akan mencoba makanan tersebut 

Warung Gudeg Favourite nya Avia
Mekarsari adalah salah satu tempat makanan favourite nya si Ambon. Dia seringkali datang kemari untuk makan bersama teman lainnya. Katanya sih cuma disini yang jual Selat dan Galantin terenak menurut lidah doi. Secara yaaa doi kan salah satu chef yang ada di Kota Solo. Jadi saya percaya dengan apa yang dia ucapkan karena memang kalau yang namanya chef agak kritis kalau ngomongin makanan.

Seharian ditemani Andy

Andy ini salah satu teman kerjanya si Ambon yang seharian menemani saya keliling kota Solo. Abege yang super polos dan hobby nya selalu minta maaf ke saya cuma karena takut kalau saya merasa bosan jalan sama dia. Padahal mah kocak banget nih bocah. Masa Solo lagi hujan mulu aja dia minta maaf. Lah itu kan bukan salahnya dia hahahahaa :D

Makanan yang kami pesan

Makanan yang dipesan sedikit lebay karena saya penasaran saja sama makanannya. padahal mah yang ngabisin makanan si Andy. Saya itu memang makannya banyak tapi kalau untuk mencicipi makanan baru ya tidak bisa langsung makan semuanya. Istilah kerennya mah ada tahap adaptasi dulu lah sama lidah saya ini.

Selat Galantin Saos Merah
Selat Galantin yang berisikan wortel, buncis, keripik kentang, daun selada, irisan tomat, keripik kentag dan Kacang. rasanya begitu segar karena ada pedas-pedasnya. Satu porsi ini saja tanpa nasi sudah membuat saya kenyang bahkan saya pun tak sanggup untuk menghabiskan makanan ini. harganya pun tak terlalu mahal.
Selat Galantin Solo

Tahu Acar
Tahu acar ini enak banget, lebih seger lagi dari selat gelantin. hahahaha banyak maunya yah makanan kali ini. Jujur saya  bingung kalau harus review makanan secara mendetail. Saya cuma tau enak dan gak enak saja. hahahahaa...tapi seriusan deh ini enak bangeeetttt.

Sate Kere

Sate Kere 1 porsi 8 tusuk

Green tea ice and Chocolate ice

Rujak di Pasar Triwndhu

Uniknya gerobak es di Solo

Es Dongdong Kelapa

Bakso Tulang Rusuk

Timlo Solo

Terima Kasih Mas Ragil, Avia dan Mba Sari

Cara pembuatan Srabi

Para pekerja sedang sibuk membuat Srabi

Kalau saya sibuk merekam pembuatannya Srabi

Ini dia Srabi Notosuman

Nongkrong cantik di Batavia Market


-
-

Batavia Market adalah salah satu cafe yang saya lirik untuk menghabiskan malam di Kota tua. Sinar lampu yang menyinari seluruh ruangan depan Batavia Market seakan memberi kesan hangat bagi para pengunjung yang berdatangan. Area depan Batavia Market menjadi pilihan para pengunjung untuk sekedar santai sejenak setelah mengelilingi Kota Tua.

Desain interior yang menarik dan romantis membuat saya semakin penasaran dengan cita rasanya. Sebuah restaurant yang bertepatan di depan pelataran gedung Fatahillah memiliki konsep fusion art yang mempertahankan desain bangunan kuno yang eksotis namun dapat berhasil meleburkannya dengan konsep modern karena Batavia Market mengusung tema modern sekaligus klasik.


Ada keunikan yang tersaji di Batavia Market yaitu dinding ruang makan diubah menjadi area pameran yang menampilkan berbagai karya fotografi. 

Baca juga : Apa saja yang bisa dilakukan saat museum di kota tutup

Rate harga makanan dan minuman di Batavia market yaitu Rp. 30.000 - Rp. 50.000 Saya memesan cemilan Churros dan Batavia Ice Coffee Latte, Lumayan untuk menikmati malam di Batavia Market yang pemandangannya langsung di bagian depan pelataran Gedung Fatahillah. 

Gedung Kantor Pos Museum Fatahillah disulap menjadi resto di lantai dua. Bangunan bersejarah tersebut dibangun pada tahun 1928 yang telah di revitalisasi sehingga menjadi spot yang unik dan fenomenal.

Churos Rp. 30.000
Batavia Ice Coffee Latte Rp. 30.000

Batavia Market hadir dengan sajian yang unik dari seniman kuliner yang berpengalaman. Uniknya disini panggilan untuk chef nya yaitu seniman kuliner karena merekalah para seniman di bidang kuliner yang menyajikan aneka makanan dan minuman yang bercita rasa tinggi.

Nama Batavia Market sendiri memiliki arti yaitu 'Batavia' diambil dari kata Oud Batavia. Sedangkan 'Market' mewakili kata Pasar yaitu tempat terbuka untuk umum. Jadi Batavia Market termasuk dari bagian kawasan kota tua yang terbuka untuk umum yang menyajikan kuliner, seni dan budaya dalam satu tempat.

Daftar menu harga
E- Bill
Karya Seni
Malam Romantis di Batavia Market

Menikmati malam di Kota Tua tidak ada salahnya sembari mencicipi aneka kuliner yang disajikan oleh seniman kuliner yang berada di Batavia Market. Selain tempatnya yang asik untuk menghabiskan waktu bersama teman, keluarga ataupun pacar. Juga bisa sebagai tempat yang asik buat nongkrong sendirian disini. Nah kalau ke Kota Tua cobain deh aneka sajian yang ada di Batavia Market.